Dynamic Camouflage Text Generator at TextSpace.net

Style_1
(Background)
Style_2
(Font Colour)
Style_3
(Font Face - Font Size)

Rabu, 06 Juni 2012

Satuan Pengaman (Security Guard)


Satpam yang merupakan singkatan dari Satuan Pengamanan (Security Guard), adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi / proyek / badan usaha untuk melaksanakan pengamanan fisik (Physical Security) dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan / kawasan kerjanya.

Pengamanan fisik adalah segala usaha dan kegiatan mencegah / mengatasi timbulnya ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan suatu instansi / proyek / badan usaha secara fisik melalui kegiatan pengaturan, penjagaan, dan perondaan serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi / proyek / badan usaha yang bersangkutan.

Kepolisian Negara Republik Indonesia menyadari bahwa polisi tidak mungkin bekerja sendiri dalam mengemban fungsi kepolisian. Oleh karena itu, lembaga satuan pengamanan secara resmi dibentuk pada 30 Desember 1980 melalui surat keputusan kepala kepolisian negara.

Jenjang Pelatihan Jenjang pelatihan satpam ada 3 tingkat yaitu :
  1. Dasar (Gada Pratama), merupakan pelatihan dasar wajib bagi calon anggota satpam. Lama pelatihan empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran. Materi pelatihan a.l. Interpersonal Skill; Etika Profesi; Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam, Kemampuan Kepolisian Terbatas; Bela Diri; Pengenalan Bahan Peledak; Barang Berharga dan Latihan Menembak; Pengetahuan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya; Penggunaan Tongkat Polri dan Borgol; Pengetahuan Baris Berbaris dan Penghormatan.
  2. Penyelia (Gada Madya), merupakan pelatihan lanjutan bagi anggota satpam yang telah memiliki kualifikasi Gada Pratama. Lama pelatihan dua minggu dengan pola 160 jam pelajaran.
  3. Manajer Keamanan (Gada Utama), merupakan pelatihan yang boleh diikuti oleh siapa saja dalam level setingkat manajer, yaitu chief security officer atau manajer keamanan. Pola 100 jam pelajaran.
Selain lembaga pendidikan kepolisian negara seperti Sekolah Polisi Negara, hanya perusahaan yang sudah memiliki izin operasional dari Kepala Polri sebagai badan usaha jasa pendidikan dan latihan keamanan, boleh menyelenggarakan pelatihan satpam. Kepolisian Wilayah, Kepolisian Wilayah Kota Besar,Kepolisian Resor Metropolitan, Kepolisian Resor Kota Besar, Kepolisian Resor, Kepolisian Sektor hanya melakukan latihan pemeliharaan kemampuan / penyegaran bagi anggota Satpam yang sudah berkualifikasi Gada Pratama dan Gada Madya.

Peranan 

Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota Satpam berperan sebagai :
  • Unsur Pembantu Pimpinan institusi / proyek / badan usaha di bidang keamanan dan ketertiban lingkungan kerja. 
  • Unsur Pembantu Kepolisian Negara di bidang penegakan hukum dan waspada keamanan (Security Minded) di lingkungan kerjanya. 
Kegiatan

Kegiatan seorang petugas Satpam terdiri dari pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli. Sesuai dengan sifat, lingkup tugas dan ancaman terhadap lingkungan kerjanya, seperti bank, objek vital, kantor bendahara, anggota Satpam dapat dilengkapi dengan senjata api berdasarkan izin kepemilikan senjata api yang diberikan oleh kepala kepolisian negara. 

Kegiatan seorang petugas Satpam lazim terdiri dari :
  • Mencegah dan Deteksi dini penyusup, kegiatan atau orang yang masuk secara tak sah, vandalisme atau penerobos/peloncat pagar di wilayah kuasa tempat perusahaan (Teritoir gebied / Ruimte gebied).
  • Mencegah dan Deteksi dini pencurian, kehilangan, penyalahgunaan atau penggelapan perkakas, mesin, komputer, peralatan, sediaan barang, uang, obligasi, saham, catatan atau dokumen atau surat-surat berharga milik perusahaan.
  • Melindungi (Pengawalan) orang terhadap bahaya fisik.
  • Melakukan kontrol / Pengendalian, Pengaturan lalu lintas (Orang, Kendaraan dan Barang) untuk menjamin perlindungan aset perusahaan.
  • Melakukan upaya kepatuhan, penegakan tata tertib dan menerapkan kebijakan perusahaan, peraturan kerja dan praktik-praktik dalam rangka pencegahan tindak kejahatan.
  • Melapor dan Menangani awal (TPTKP) terhadap pelanggaran.
  • Melapor dan Menangani kejadian dan panggilan / permintaan bantuan Satpam, termasuk konsep, pemasangan dan pemeliharaan sistem alarm.
Perlengkapan 

Agar dapat menunjukkan kinerja efektif, seorang petugas Satpam perlu perlengkapan kerja :
  • Buku saku lapangan dan Alat tulis untuk mencatat kegiatan, orang dan barang yang patut dicurigai.
  • Senter untuk perondaan malam atau patroli di wilayah yang minim pencahayaan.
  • Alat komunikasi menjalin komunikasi dengan petugas keamanan lain atau meminta bantuan ketika keadaan darurat (Telepon seluler atau Radio FRS / GMRS atau Radio trunking).
  • Alat pelindung diri ketika bekerja di kawasan tertentu (Safety helm, Safety shoes, Jas hujan).
  • Seragam atau Pakaian dinas sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sesuai dengan sifat, lingkup tugas dan ancaman terhadap lingkungan kerjanya, seperti bank, objek vital, kantor bendahara, anggota Satpam dapat dilengkapi dengan senjata api berdasarkan izin kepemilikan senjata api yang diberikan oleh kepala kepolisian negara.

Jenis dan kaliber senjata yang dimaksud adalah :
  • Senjata api bahu, jenis senapan penabur dengan kaliber 12 GA 
  • Senjata api genggam, jenis pistol atau jenis revolver ; kaliber 0.32 inch; kaliber 0.25 inch; kaliber 0.22 inch 
Izin kepemilikan senjata api pada suatu instansi / proyek / badan usah dibatasi pada 1/3 kekuatan satuan pengamanan yang bertugas, tidak lebih dari 15 pucuk senjata api serta maksimal 3 magazen / silinder untuk setiap pucuk senjata api.

Peralatan Keamanan yang digolongkan Senjata Api :
  • Senjata Peluru Karet
  • Senjata Peluru Pallet
  • Senjata Peluru Gas
  • Semprotan Gas
  • Kejutan listrik
Referensi 
  1. Peraturan Kepala Polri No. Pol. 18 Tahun 2006.
  2. Ketentuan perizinan senjata api ini diatur dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/244/II/1999 tertanggal 26 Februari 1999 tentang Ketentuan Perizinan Senjata Api Non-Organik ABRI untuk Bela Diri. 
Dasar Hukum 
  • Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/591/XI/2009 tanggal 5 November 2009 tentang Pedoman Spesifikasi Teknis Seragam dan Atribut Satuan Pengamanan.
  • Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/199/XII/2008 tentang Pedoman Pembuatan dan Penulisan Surat Tanda Lulus Peserta Pendidikan dan Pelatihan di Lingkungan Lemdiklat Polri.
  • Peraturan Kapolri No.Pol. 24 tahun 2007 tentang Sistem Pengamanan Manajemen Perusahaan / Instansi Pemerintahan.
  • Peraturan Kapolri No.Pol. 18 tahun 2006 tentang Pelatihan dan Kurikulum Satuan Pengamanan.
  • Peraturan Kapolri No.Pol. 17 tahun 2006 tentang Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Penyelamatan.
  • Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/1021/XII/2002 tentang Nomor Registrasi dan KTA Satpam.
  • Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/1019/XII/2002 tentang Pakaian Seragam Satuan-Satuan Pengamanan.
  • Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/302/III/1993 tentang Tanda Kualifikasi Pendidikan Anggota Satpam.
  • Surat Keputusan Bersama Menaker No. KEP.275/Men/1989 dan Kapolri No.Pol. Kep/04/V/1989 tentang Pengaturan Jam Kerja, Shift dan Jam Istirahat Serta Pembinaan Tenaga Kerja Satuan Pengamanan.